Kembangkan Bisnis Ayam Probiotik dengan Konsep Integrated Farming, Mahasiswa Rekayasa Pertanian ITB Meraih Juara 1 Kompetisi Business Plan Tingkat Nasional

11 November 2018 di Jember, dua orang mahasiwa Rekayasa Pertanian ITB atas nama Muhammad Kahidir Fadhilah (11416028) dan Muhammad Rifki Fauzi (11416014) mendapatkan penghargaan sebagai Juara 1 Lomba Business Plan Agribusiness Fair 2018 (Gambar 1). Penghargaan tersebut diraih oleh Fadhil dan Rizki –sapaan akrab kedua mahasiswa tersebut- pada puncak acara puncak Agrifair atau Agribisnis Fair 2018 yang diselenggarakan oleh Jurusan Manajemen Agribisnis Politeknik Negeri Jember.

 

Gambar 1. Mahasiswa Rekayasa Pertanian ITB meraih juara 1 lomba business plan tingkat nasional

 

Agrifair atau Agribisnis Fair 2018 adalah suatu rangkaian acara besar tahunan yang diselenggarakan oleh Jurusan Manajemen Agribisnis Politeknik Negeri Jember.  Acara tersebut menaungi berbagai mata acara yang saling berkaitan, di antaranya adalah Business Plan Competition, Seminar Nasional Agribisnis (Semnagri), Pameran berbagai jenis produk, hingga Juice Party yang menyasar para mahasiswa D3, S1 sederajat juga msyarakat umum dengan skala nasional. Rangkaian acara Agrifair dimulai pada 8 November 2018 dan berakhir pada 11 November 2018 yang bertempat di kompleks Politeknik Negeri Jember, Kabupaten Jember, Jawa TImur. Business Plan Competition yang diikuti oleh perwakilan mahasiswa Rekayasa Pertanian ITB, merupakan ajang kompetisi yang bertujuan untuk meningkatkan semangat entrepreneur di bidang pertanian, sehingga dapat bersaing di kancah nasional maupun internasional, sesuai dengan tema besar Agrifair 2018, yaitu “Menciptakan Agripreneurship Berdaya Saing Global”.

 

Fadhil dan Rifki sebagai perwakilan mahasiswa Rekayasa Pertanian ITB berhasil meraih juara 1 pada Business Plan Competition skala nasional dalam rangkaian Agrifair 2018. Mereka mengusung gagasan bisnis peternakan ayam probiotik yang terintegrasi dengan budidaya larva lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) sebagai pakan berprotein tinggi dengan brand PC-Farm (Probiotic Chicken Farm). Menurut Fadhil, konsep tersebut dilatarbelakangi oleh kenaikan harga pakan unggas yang berimbas pada meningkatnya harga daging ayam di pasaran. Larva BSF yang mengandung protein tinggi dapat dijadikan sebagai pakan ayam alternatif yang murah namun berkualitas, sehingga mampu menurunkan biaya produksi daging ayam potong. Selain itu, integrasi budidaya larva BSF dapat mengurangi limbah peternakan ayam dan sampah organik di sekitarnya karena kemampuan biokonversi yang dimiliki oleh larva BSF. Terlebih lagi dengan adanya pemberian pakan larva BSF yang kaya nutrisi, dapat mengurangi pemberian antibiotik pada ternak ayam, sehingga daging ayam yang dihasilkan lebih sehat dan aman dikonsumsi oleh manusia.

 

Munculnya gagasan bisnis PC-Farm, secara umum merupakan bentuk implementasi dari keilmuan Rekayasa Pertanian yang diperoleh Fadhil dan Rifki selama masa perkuliahan. Mereka mengaku terinspirasi dari konsep integrated farming yang mengintegrasikan berbagai bidang pertainian untuk memperoleh manfaat yang maksimal.  Fadhil berharap bahwa ke depan, Ia dan tim dapat menjalankan konsep usaha yang telah mereka buat, sehingga dapat memberikan solusi dalam permasalahan keterjangkauan sumber protein bagi masyarakat. Mereka juga berharap bahwa dengan direalisasikannya PC-Farm dapat mengaplikasikan keilmuan Rekayasa Pertanian dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas. Terakhir, Fadhil berpesan untuk semua tema-temannya terutama mahasiswa Rekayasa Pertanian untuk dapat semangat dan mencari informasi berbagai jenis perlombaan sesuai dengan passion sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa Rekayasa Pertanian dalam menjawab persamasalah ril yang ada di masyasrakat.

 

Berita Terkait

IndonesiaEnglish