Rekayasa Pertanian Menerima Kunjungan Silaturahmi Program Studi Kewirausahaan

Kamis, 27 Februari 2020, Program Studi Rekayasa Pertanian menerima kunjungan silaturahmi dari Program Studi Kewirausahaan Fakultas Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) dalam rangka mempererat hubungan serta memberi peluang untuk saling bekerjasama antara mahasiswa. Kunjungan ini merupakan salah satu agenda mata kuliah Bussiness Plan and Feasibility yang diampu oleh Wawan Dhewanto, Ph.D., dan Prof. Dr. Sudrajati Ratnaningtyas di Prodi Kewirausahaan. Selain dosen pengampu, kegiatan ini juga dihadiri oleh para mentor bisnis yang membantu para mahasiswa dalam melakukan program kewirausahaannya.

Kegiatan kunjungan yang dilakukan Program Studi Kewirausahaan disambut dengan hangat oleh Ketua Program Studi Rekayasa Pertanian (Dr. Mia Rosmiati), dan beberapa perwakilan mahasiswa Rekayasa Pertanian. Acara diawali dengan sambutan dan pemaparan mengenai Program Studi Rekayasa Pertanian serta fasilitas yang ada di Labtek IA oleh Dr. Mia Rosmiati dan Ela Kamelia Saleh, A.Md., kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Himpunan Mahasiswa Rekayasa Pertanian yang diwakili oleh Mochamad Firdaus Ramadan selaku Ketua Himpunan (Gambar 1).

Gambar 1. Pemaparan Program Studi, Fasilitas, dan Himpunan

Selanjutnya acara dilakukan dengan sharing dan diskusi mengenai peluang dan bisnis yang sudah dijalankan oleh mahasiswa di kedua prodi, dan komersialisasi teknologi. Sekarang bisnis di bidang pertanian tidak hanya dilakukan di pedesaan, namun juga dapat dilakukan di perkotaan yang tidak hanya menghasilkan biomassa untuk konsumsi, tetapi juga bernilai estetik, seperti salah produk yang dihasilkan oleh Himpunan Mahasiswa Rekayasa Pertanian, yaitu APONIC (produk ikan hias yang dipadukan dengan penjualan bibit tanaman yang ditanam pada hidroton dengan media tanam rockwool dalam botol kaca). Isu konsep sistem pertanian berkelanjutan dan zero waste pun dapat menjadi peluang usaha, seperti bisnis yang sedang dikembangkan oleh beberapa mahasiswa dari Prodi Kewirausahaan, yaitu pemanfaatan limbah sayuran untuk dijadikan sabun pencuci lantai, karena pada proses budidaya pertanian setelah proses grading, tidak semua hasil panen dapat dijual, serta pemanfaatan limbah ampas tahu untuk pakan ternak dengan memanfaatkan black soldier fly (BSF).

Usai sharing dan diskusi, acara dilanjutkan dengan pemberian cinderamata (Gambar 2), sesi foto bersama (Gambar 3), dan tour keliling labtek untuk mengetahui beberapa Laboratorium yang terdapat di Labtek IA, Kampus ITB Jatinangor. Prof. Dr. Sudrajati Ratnaningtyas selaku dosen dari Prodi Kewirausahaan berharap dengan adanya kunjungan ini akan ada interaksi kolaborasi untuk memunculkan ide atau peluang kewirausahaan, seperti kerjasama penelitian yang dapat digunakan untuk memperkuat branding pasar pada produk/jasa yang akan ditawarkan.

Gambar 2. Pemberian Cinderamata
Gambar 3. Foto Bersama

Berita Terkait

EnglishIndonesia